Selasa, 29 April 2008

tak boleh mencinta

Dahulu sangat ingin ku dapati
Bahkan pernah menjadi sangat berarti
Walau lama sudah kunanti
Masih tersimpan rapi dalam hati ini

Ketika ia datang menyapa
Memasuki celah rongga di jiwa
Jujur membuatku merasa berbunga
Tapi sungguh ku tak ingin memiliki rasa

Kutanya asmara mengapa harus dia
Ku Tanya masa tepatkah waktunya
Ku sadar ini sangatlah gila
Tak sanggupkah ku lari menolaknya

Ku buramkan cermin hatiku
Masih terlihat nyata bayang dirimu
Katakan bagaimana seharusnya aku
Sedang rasa ini terlarang bagi mu

Tak kusadari senyum itu inspirasi
Tlah terpahat sebuah nama dalam sanubari
Terpugar puing-puing cinta yang sempat mati
Apakah ini yang namanya cinta sejati

Haruskah cinta sejati menggoreskan lara
Patutkah cinta sejati menyisakan duka
Ku tahu disana kan ada yang terluka
Merasakan pahit penghianatan cinta

Akhiri saja masa yang membuat kita gila
Biarlah hati yang berbicara
Cukuplah memujamu dalam hati saja
Ku yakin asmara tetap tersenyum untuk cinta

Senin, 21 April 2008

kalau cinta mau bagaimana??

Perasaan cinta yang ada di dalam hati tidak mungkin di pungkiri...
Coba lah bagi kalian para pecinta...jujur lah terhdap diri kalian...
Dari pada terasa sesak didada...
Terasa sedih,gundah,gulana,tidak enak makan,tidak enak tidur[tidur mungkin enak,malah memimpikan sang pujaan hati] dan kawan-kawannya yang datang menyerang...
Kalau kita jujur pada perasaan itu kan jadi terasa lega,walaupun kenyataan bisa menjadi pahit atau manis...kita harus menghadapinya...
Jadi mulai sekarang jujur lah pada perasaan sendiri yah...^^

-MY-

nb: buat seorang teman yang sedang mencintai seseorang tetapi tidak berani jujur..^^
juga buat diri sendiri..^^v


Sabtu, 19 April 2008

anda pikir otak saya flashdisk!

anda pikir otak saya ini apa?!
flashdisk?
saya ini manusia bukan mesin!
manusia punya batas!
karena kita ini terbatas!
kalau kita gak terbatas,emang kita flashdisk?
apa salah saya!
saya salah?
apa!


'buat apa diapal kalo bisa dibuka bukunya'

Kamis, 17 April 2008

Ehem...

Photobucket

gaul kan? enakan mana ngeliat soal metnum ama bginian??

----ian---

say it.....

Kenapa semuanya terlihat begitu nyata...?
Kenapa gambaran itu terlihat jelas dimata ku...?
Kenapa mimpi-mimpi itu terlihat seperti sungguhan....?
Aku ingin bangun dari mimpi indah tapi menyakitkan ini
Semua orang tolong sadarkan aku dari keadaan ini...
Karena aku tidak ingin terlena dalam mimpi ini....
Karena suatu saat nanti aku pasti akan sakit karenanya...


-MY-

Rabu, 16 April 2008

difficountry

gua gak kepikiran deh.
dengan pendidikan yang susahnya 'ngaujubila'
indonesia masih aja ketinggalan,kayaknya smuanya dibuat susah,padahal di luar negri kayaknya gak segitu-gitunya amat.

Emang ada aja orang yang pinternya kelewatan,tapi gua rasa orang-orang yang kayak gitu,ada yang 'miss' idupnya,bisa aneh.bisa gila juga kali,haha,kalo berhasil ya slamet deh!

Mungkin yang perlu diperbaikin,sistemnya,pelajaran dipermudah,dibuat solusinya,cara belajar yang efisien,yang bener2 digunain pas kita kerja.

"impact metnum sih"

Jakarta oh Jakarta

Ketika duduk dibangku SMU, saya punya seorang teman. Pertemanan kami tergolong dekat, bisa dikatakan kami bersahabat. Selepas pendidikan menengah keatas, ia meneruskan studinya keluar negeri. Meskipun demikian kami selalu berkomunikasi. Baik lewat chat room di internet atau melalui pesan-pesan singkat. Setelah lebih dari 1 tahun menetap diluar, akhirnya ia menyempatkan diri untuk pulang ke Jakarta. Ketika itu, Saya-yang mengetahui kepulangannya dari seorang teman-segera berkunjung ke rumahnya dan melepas rindu. Setelah menanyakan kabar dan kelanjutan studi filmnya, kami ngobrol2 seperti biasa. Tidak ada yang berubah darinya, obrolan dan lelucon kami masih nyambung. Di tengah-tengah diskusi kami tentang musik, saya tiba-tiba terenyuh untuk bertanya.

"Gimana di sana? enakan dijakarta, apa di Ausie menurut lo?""hmm.. gimana ya? kalo kebersihan sih emang enak disana, tapi disana datar.. enakan disini.. banyak gejolak. Cocok buat Inspirasi film gue. hehee.." Ujarnya setelah beberapa detik mempertimbangkan jawaban.

Saat itu juga saya bingung mendengarnya. Apa yang dimaksud dengan bergejolak itu yang membuat kedua alis saya mengkerut. Tapi kemudian ia segera melengkapi jawabannya.

"Gimana ngga? coba lo liat aja berita, sehari-harinya pasti ada aja berita yang "menarik". Entah itu banjir tiap taun, pembajakan yang ngga ada henti-hentinya, kasus suap yang dalangnya malah polisi sendiri atao ngga kasus
narkoba tapi ujung-ujungnya bisa lepas, gara-gara yaa.. lo tau sendiri lah."

Kota yang selalu menjadi bagian dari hidup kita ini ternyata memiliki banyak "Kebiasaan". Kita yang biasa membuang sampah sembarang. murid-murid sekolah yang biasa mencorat-coret properti negara. Para birokrat yang biasa untuk mempersulit masalah kewarganegaraan. Seorang supir bis yang biasa mengemudi tanpa lebih dahulu belajar memahami rambu-rambu lalu lintas-jadi menurutnya berhenti dimana pun benar. Selebritis yang bersikap biasa saja saat tertangkap polisi dengan kasus narkotika. Dan banyak kebiasaan-kebiasaan lainnya selalu terjadi tiap hari dan menjadikan ciri khas yang-mungkin-cuma ada dikota ini. Ternyata kebiasan-kebiasaan tersebut bisa menjadi pemacu rindu akan kota ini, bagi mereka yang telah lama meninggalkannya. Bagaimana menurut anda ?


-Si Pemimpi-

Senin, 14 April 2008

hhhmmmm..[part II]

senin, 14 april 2008
20:42 wib[waktu indonesia bagian BINUS]

hem...
mengantuk...tatapi harus pergi...
menemani teman yang sedang sendiri diluar sana..
entah apa yang ia lakukan...

besok akan belajar sungguh agar mid berjalan dengan lancar...


-MY-

Minggu, 13 April 2008

hhhhmm....

senin, 14 april 2008
13:21 wib[waktu indonesia bagian binus]


hoamph...~.~

sangat ngantuk...
benar-benar ngantuk...

bagaimana bisa belajar kalau seperti ini?

START

14 april 12.30

GB. mulai dengan kegiatan perasotak!
gudlak friends.. :D

-rempeyek-

Sabtu, 12 April 2008

letter to friends

teman....
maafkan aku kalau seandainya aku benar-benar menyusahkan kalian..
kalian benar-benar telah sangat banyak membantuku...
aku...dari lubuk hati yang paling dalam aku berkata...
aku benar-benar bertemakasih kepada kalian...
aku benar-benar berhutang pada kalian...
entah apa yang harus aku lakukan untuk membalas budi kalian?
bila suatu hari aku jaya , maka itu mungkin berkat kalian yang telah sedikit-banyak membantu ku...
bila suatu hari kita bertemu maka aku akan benar-benar sangat besar untuk mengatakan bahwa kalian lah yang terbaik...

with my all love...
to all my friend and all people that i meet and i know...


thanks to you all...

[i hope you can read my letter]


-MY-

Jumat, 11 April 2008

jam 12:00

hujan melanda tanah ini sekarang..

bunyinya sangat indah di dengarkan...

berpadu dengan bau debu yang tersiramnya..

aku disini sendiri menanti yang malam berganti..

hanya gemuruh hujan dan suara papan ketik saat ini yang terdengar..

sebuah perasaan unik yang tersimpan dalam hati saat ini..

perasaan BOSAN..

BOSAN yang sangat...

hujan sudah berhenti saat ini...

gerimis mengundang rasa yang lain...

perasaan kantuk yang terasa sekarang..

karena besok aku harus menjalankan rutinitas sehari-hari yang membuat aku penat...

selamat malam jakarta...


- MY -

Cemooh Si Gila

Angin sepoi bertiup mengalun bersama dengan riuh rendah desir suara dedaunan. sekilas, terdengar simfoni
cicit burung-burung yang mengangkasa, bersahutan dengan kokok ayam yang
menandakan gelap sudah berganti terang. Kesejukkan yang datang sehabis
hujan-semalam-mengikutsertakan kedamaian. Kedamaian yang berarti sepi, lancar, sunyi, renggang,
sejenak menenangkan kegaduhan kota ini. Tidak ada polusi. Tidak ada kebisingan. Tidak pula kemacetan. Yang
tampak hanya sketsa kota pedesaan tanpa sawah dan pegungunan,
bukan metropolitan. Semua yang diidamkan untuk kota ini, terlukis di pagi itu.
Jakarta belum sepenuhnya terbangun, namun saya belum juga sempat tertidur. Terlebih lagi,
belum juga sampai di rumah. Dengan kecepatan yang tergolong pelan, saya duduk diatas sepeda motor dalam perjalanan
pulang. Akibatnya, kedua mata ini-tanpa kenal keadaan-terus menagih tubuh untuk segera tidur.
Sepersekian detik saya tertidur, dan kemudian
terhentak sadar karena bahaya mulai mengancam. Untuk menghilangkan kantuk yang semakin parah, saya berusaha berfikir.
Berfikir tentang apa saja. Mulai dari hal yang penting sampai yang kacangan-sebuah imajinasi mengenai selangkan.
Tiba-tiba saya berada beberapa meter dari lampu pengatur lalu lintas dan akan segera melintasi zebra-crossnya.
Namun lampu itu segera berubah dari warna hijau menjadi warna kuning dan kemudian berwarna merah,
saat saya akan segera melewatinya. Saya yang sedang terburu-buru akibat kantuk yang sungguh dasyat dan
sadar bahwa petugas pengatur jalan sedang tidak beroperasi, mencoba berkelit dari peraturan.
Mengacuhkan tanda si lampu, dan dengan sengaja menarik lebih kencang pemutar gas alih-alih menginjak rem. Tapi kemudian saya tidak semakin cepat, malahan terhentak dan dalam
keadaan tidak sadar, segera menginjak rem-dan menekan penarik rem- dan langsung berhenti, tidak pas sebelum
zebra-cross, tapi sedikit maju kedepan.
Saya kaget mendengar sepenggal bunyi. Bunyi seperti orang berteriak. Saya yakin sekali
suara itu bukan suara peluit polisi ataupun sirine yang menandakan saya bersalah. tak lama kemudian,
saya segera menyadari sumber bunyi tersebut. Di sebelah kanan saya, terduduklah seorang perempuan lanjut usia
dengan wajah lusuh akibat gerusan panas kota ini, berpakaian compang-camping, memakai topi berwarna putih
yang biasa digunakan petugas keamaan. Terlihat sekali di wajahnya ada setangkap kebanggaan yang tersiar darinya
ketika ia mencoba membetulkan posis topi tersebut ke posisi yang tepat.
Siapapun yang melihatnya pasti bisa menyimpulkan bahwa manusia yang ada
dihadapan saya saat ini, kurang waras. Dengan semangat bung Tomo saat sumpah pemuda, ia berteriak lantang
kepada saya.

"Hei.. Hei.. kamu.. tidak tau peraturan?"
"Ingin mati secepat apa kau?" ia melanjutkan.
"tiga hari yang lalu ada kecelakaan lagi disini, benar-benar mau mati?"
Saya cuma sempat terdiam, menanggapinya.
"Kalo merah b'renti dong"

Setelah itu ia kembali
sibuk mengatur lalu lintas di sekitarnya, seperti seorang anggota OSIS sedang mengatur barisan murid pada
upacara hari senin.
Batu-Batu es di kepala saya perlahan mulai mencair, mengantarkan setetes senyuman. Pada awalnya saya yang sudah
terlanjur mencela keadaannya, tersadar pada kenyataan yang terjadi. Kenyataan bahwa pada suatu titik saya
telah kalah telak oleh seorang yang kerap disebut "sampah masyarakat" ini. Ternyata
Kebenaran bisa datang dari siapa saja. Jadi berhentilah menyebut dirimu si paling benar. Dan pelajaran terakhir
yang bisa diambil, Membangung kota ini-lebih lagi negeri ini- bukan melulu dengan menumpas korupsi,
atau sekedar ikut-ikutan mencela kebobrokan yang tengah terjadi atau pula berusaha bijak menjadi seorang
nabi diatas mimbar-mimbar, meneriakkan pembenaran. Tidak, bukan itu. Tapi mulailah dari diri sendiri, dengan menerapkan sikap disiplin. Agar pembangunan bermula dari sebuah atom yang
terkecil dari masyarakat. kalau bukan kita yang membangun kota ini,siapa lagi?



- Si Pemimpi -

Selasa, 08 April 2008

good morning

welcome to the gendeng world with lotta gendeng words
enjoy.