Jakarta oh Jakarta
Ketika duduk dibangku SMU, saya punya seorang teman. Pertemanan kami tergolong dekat, bisa dikatakan kami bersahabat. Selepas pendidikan menengah keatas, ia meneruskan studinya keluar negeri. Meskipun demikian kami selalu berkomunikasi. Baik lewat chat room di internet atau melalui pesan-pesan singkat. Setelah lebih dari 1 tahun menetap diluar, akhirnya ia menyempatkan diri untuk pulang ke Jakarta. Ketika itu, Saya-yang mengetahui kepulangannya dari seorang teman-segera berkunjung ke rumahnya dan melepas rindu. Setelah menanyakan kabar dan kelanjutan studi filmnya, kami ngobrol2 seperti biasa. Tidak ada yang berubah darinya, obrolan dan lelucon kami masih nyambung. Di tengah-tengah diskusi kami tentang musik, saya tiba-tiba terenyuh untuk bertanya.
"Gimana di sana? enakan dijakarta, apa di Ausie menurut lo?""hmm.. gimana ya? kalo kebersihan sih emang enak disana, tapi disana datar.. enakan disini.. banyak gejolak. Cocok buat Inspirasi film gue. hehee.." Ujarnya setelah beberapa detik mempertimbangkan jawaban.
Saat itu juga saya bingung mendengarnya. Apa yang dimaksud dengan bergejolak itu yang membuat kedua alis saya mengkerut. Tapi kemudian ia segera melengkapi jawabannya.
"Gimana ngga? coba lo liat aja berita, sehari-harinya pasti ada aja berita yang "menarik". Entah itu banjir tiap taun, pembajakan yang ngga ada henti-hentinya, kasus suap yang dalangnya malah polisi sendiri atao ngga kasus
narkoba tapi ujung-ujungnya bisa lepas, gara-gara yaa.. lo tau sendiri lah."
Kota yang selalu menjadi bagian dari hidup kita ini ternyata memiliki banyak "Kebiasaan". Kita yang biasa membuang sampah sembarang. murid-murid sekolah yang biasa mencorat-coret properti negara. Para birokrat yang biasa untuk mempersulit masalah kewarganegaraan. Seorang supir bis yang biasa mengemudi tanpa lebih dahulu belajar memahami rambu-rambu lalu lintas-jadi menurutnya berhenti dimana pun benar. Selebritis yang bersikap biasa saja saat tertangkap polisi dengan kasus narkotika. Dan banyak kebiasaan-kebiasaan lainnya selalu terjadi tiap hari dan menjadikan ciri khas yang-mungkin-cuma ada dikota ini. Ternyata kebiasan-kebiasaan tersebut bisa menjadi pemacu rindu akan kota ini, bagi mereka yang telah lama meninggalkannya. Bagaimana menurut anda ?
"Gimana di sana? enakan dijakarta, apa di Ausie menurut lo?""hmm.. gimana ya? kalo kebersihan sih emang enak disana, tapi disana datar.. enakan disini.. banyak gejolak. Cocok buat Inspirasi film gue. hehee.." Ujarnya setelah beberapa detik mempertimbangkan jawaban.
Saat itu juga saya bingung mendengarnya. Apa yang dimaksud dengan bergejolak itu yang membuat kedua alis saya mengkerut. Tapi kemudian ia segera melengkapi jawabannya.
"Gimana ngga? coba lo liat aja berita, sehari-harinya pasti ada aja berita yang "menarik". Entah itu banjir tiap taun, pembajakan yang ngga ada henti-hentinya, kasus suap yang dalangnya malah polisi sendiri atao ngga kasus
narkoba tapi ujung-ujungnya bisa lepas, gara-gara yaa.. lo tau sendiri lah."
Kota yang selalu menjadi bagian dari hidup kita ini ternyata memiliki banyak "Kebiasaan". Kita yang biasa membuang sampah sembarang. murid-murid sekolah yang biasa mencorat-coret properti negara. Para birokrat yang biasa untuk mempersulit masalah kewarganegaraan. Seorang supir bis yang biasa mengemudi tanpa lebih dahulu belajar memahami rambu-rambu lalu lintas-jadi menurutnya berhenti dimana pun benar. Selebritis yang bersikap biasa saja saat tertangkap polisi dengan kasus narkotika. Dan banyak kebiasaan-kebiasaan lainnya selalu terjadi tiap hari dan menjadikan ciri khas yang-mungkin-cuma ada dikota ini. Ternyata kebiasan-kebiasaan tersebut bisa menjadi pemacu rindu akan kota ini, bagi mereka yang telah lama meninggalkannya. Bagaimana menurut anda ?
-Si Pemimpi-

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda